Thursday, 15 March 2018

Membangun silaturahmi, merajut hubungan hubungan yang retak. (Part 1)

Perilaku ataupun tindakan yang kita lakukan, secara tidak sadar melalui proses yang panjang. Apapun yang kita lakukan, adalah perintah dari otak. Otak memerintahkan syaraf syaraf dan organ tubuh sesuai dengan data yang dimiliki oleh orang tersebut.

Dikepala kita ada 3 bagian :

1. Otak reptil . 

Disebut otak reptil oleh para ahli otak karena strukturnya persis seperti binatang reptil. Yaitu cari nikmat hindari sengsara. Dimana jika kebutuhannya terpenuhi (makan) maka dia anteng, jinak, bersahabat. Sebaliknya, jika kebutuhan tidak terpenuhi maka akan galak, garang tidak jinak.

2. Limbik.

Yaitu bagian otak yang berkaitan d3ngan emosi, kasih sayang, kenikmatan 2 yang tak bersumber pada benda tapi lebih pada indrawi.

3. Neo kortek.

Yaitu bagian otak yang membandingkan, menilai , membandingkan, ketakutan. Satu2 mahluk yang di beri bagian otak neo kortek adalah manusia.

Ketika ada seseorang yang berbuat baik, maka belum tentu akan ditangkap positif oleh orang lain. Disaring dulu oleh bagian otak neo kortek. Terlebih pada seseorang yang banyak mengalami trauma dalam hidupnya. Bisa jadi yang diberi akan berfikiran negatif atau mengira ada maksud2 terselubung. Oleh karena itu, lakukan apapun karena Allah. Jika kita melakukan sesuatu agar di anggap atau dihormati, kita termasuk orang yang musyrik.

Jadi ketika kita melakukan kebaikan dan belum direspon baik, maka teruslah berbuat baik. Karena setelah itu maka otak bagian limbik yang menilai, lama2 maka bagian otak reptil yang menilai.

Jadi prosesnya dari awal merasa curiga (neo kortek), kemudian mulai menerima kerena kecurigaan tidak terbukti (limbik), dan merasa nyaman ,senang dan baik dengan si pemberi ( reptil).

Ketika kita melakukan kebaikan kepada banyak orang (piutang budi) ,maka  menjadi pelayan masyarakat dan hidup kita akan beruntung.

Seperti pesan dari Rosul Muhammad SAW, jika ingin panjang umur nya fan di luaskan rejeki nya maka perbanyak silaturahmi. Silaturahmi bukan hanya datang / main, tapi juga berbuat baik kepadanya.
Begitupun sebaliknya.

Jika terpaksa hubungan sudah retak.
Jika ternyata seseorang sudah terlanjur  mempersepsikan kita negatif, maka di negasi ( menimpali dengan data baru ) dengan terus lakukan kebaikan kepadanya.


Di service recovery , memperbaiki perilaku kita kepada orang tersebut. Dengan melakukan banyak kebaikan, lebih memperhatikan dll. 
Share