Friday, 26 January 2018

Semangat Baru di tahun 2018


Tidak terasa sudah setahun an tidak menulis di Blog ini, termasuk nunggak arisan link dengan bloger ganjelrel. Dan ini sudah masuk arisan ke 20 yang dimenangkan oleh lestari dan gandjelrel. Tema arisan link kali ini pas banget moment nya dalam rangka menyambut pergantian kalender yaitu "Resolusi di tahun 2018".

"Tahun baru, semangat baru dan harapan baru" dan kalender baru tentunya hehehe. Seringkali kita mendengar seseorang membuat resolusi saat di penghujung maupun di awal tahun. Lalu resolusi itu apa sih sebenarnya ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Sedangkan resolusi juga dapat diartikan sesuatu yang hendak dicapai di selama setahun ke depan.

Masing - masing orang memiliki resolusi tersendiri, sesuai dengan prioritas hidupnya.
Berikut resolusi yang ingin saya lakukan di tahun 2018 ini, saya bagi dalam beberapa aspek kehidupan sebagai berikut :

1. Kesehatan.

Setiap orang pasti ingin sehat baik jasmani dan rohani, begitupun dengan saya. Alhamdulillah sampai dengan saat ini masih diberi kesehatan oleh Allah, tapi ada beberapa hal yang ingin saya lakukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran tubuh.
Yang pertama adalah olah raga. Selama ini merasa aman tidak melakukan olah raga yang di rancang atau dijadwalkan, karena saya pikir pekerjaan rumah tangga sudah cukup menguras energi dan bikin berkeringat.Padahal olahraga tidak hanya sesuatu yang bikin berkeringat, tapi menambah kebugaran.

Akhir-akhir ini saya merasa gampang sekali capek, dan terserang flu. Awalnya sih merasa wajar mungkin saja karena capek mengurus dua balita aktif dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri tanpa asisten rumah tangga. Nah selama liburan panjang akhir tahun kemarin saya mudik dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tapi kok ya tetep gampang capek. Jam 9 malam sudah ngantuk dan badan rasanya lelah sekali, tidur pun rasanya kurang. Padahal biasanya saya mengerjakan pekerjaan rumah malam hari saat anak-anak sudah tidur, atau menunggu suami pulang dan menemaninya hingga larut malam.

Beberapa bulan belakangan, kalau menemani anak-anak tidur ya sekalian tidur hahaha. Suami sampai protes karena ketika dia pulang malam saya sudah tidur dan susah di bangunin hihihi.. maaf ya say.
Dari situ saya sadar, bahwa ada yang kurang beres nih dengan tubuh saya. Meski kelihatan sehat, tapi tidak bugar. Maka salah satu resolusi di tahun 2018 ini adalah merutinkan olahraga. Diantaranya jalan sehat keliling komplek seminggu 2 kali, ikut senam aerobik seminggu sekali. 

Sebenarnya sih pengen ikut zumba atau belly dance, sekaligus untuk menggemukkan badan, tapi sampai saat ini belum nemu tempat yang dekat rumah. Jadi sementara masih ikut senam aerobik dengan ibu-ibu di komplek perumahan tempat saya tinggal.

2. Keluarga.


Dari aspek keluarga, resolusi tahun 2018 ini ingin lebih sabar. Sabar dengan suami diantaranya : Sabar untuk saling menerima kekurangan masing-masing, sabar menerima setiap rezeki yang Allah titipkan melalui suami dan sabar saat suami belum mengerti dan peka dengan apa yang saya inginkan. 

Sabar dengan anak - anak diantaranya : sabar ketika menghadapi polah tingkah mereka yang sedang dalam fase serba ingin tau dan Sabar ketika anak-anak sakit. Karena emosi ibu menentukan kebahagian anak-anak, jadi sangat penting bagi seorang ibu untuk pandai mengelola emosinya.

3. Agama.

Dalam aspek keagamaan saya ingin meningkatkan ibadah, diantaranya : menambah rakaat sholat dhuha, lebih konsisten dan menambah rakaat sholat malam. Selain itu juga ingin kembali aktif belajar sakit'an, karena sudah fakum semenjak pindah rumah. Serta ingin kembali menjalankan puasa sunah senin kamis, setelah beberapa tahun ini absen dengan alasan masih Menyusui.

4. Keuangan.

Jujur saya ini tipe orang yang kurang teliti dan setiti dalam masalah uang. Padahal pekerjaan suami itu tergolong profesional, bisa dapat uang kapan saja. Tapi selama ini tidak saya catat, baik uang masuk dan keluar. Jadi saya tidak tau persis berapa penghasilan suami selama sebulan dan berapa pengeluaran kami perbulan.

Dulu sih jaman belum punya anak sempet bikin semacam buku kas keluarga, jadi saya tau berapa pendapatan dan pengeluaran per bulan tersebut. Selain itu juga pernah mempraktekkan tabungan kaca, jadi setelah mendapat kan uang langsung dibagi kedalam beberapa post dengan persentase tertentu dan dimasukkan kedalam toples transparan. Tapi cuma beberapa bulan saja berjalan, selanjutnya hingga saat ini ketika mendapatkan uang langsung saya potong untuk zakat n sedekah. Selebihnya masuk dompet untuk keperluan.

Oleh karena itu tahun ini ingin kembali mengelola keuangan dengan sistematis, agar bisa mengetahui seberapa besar pendapatan n pengeluaran rutin. Sehingga bisa mengelola dengan lebih baik.

5.Pengembangan diri.


Dalam hal pengembangan diri, berasa banget tahun 2017 mengalami banyak kemunduran. Nyata nya saya sudah tidak aktif di beberapa komunitas yang sarat ilmu dan positif.

Harapannya, semoga tahun ini bisa kembali aktif berkomunikasi. Untuk meningkatkan ilmu, pengalaman dan menambah teman.

6. Masyarakat.


Sebenarnya saya sangat suka berkontribusi untuk masyarakat. Di tempat tinggal yang lama saya aktif di beberapa kepengurusan, bahkan kalo dihitung sebulan 7x rapat bulanan. Sebenarnya sih karena saya termasuk generasi muda diantara warga lain yang umurnya seumuran dengan orang tua saya. Mereka membutuhkan generasi muda yang bisa meneruskan tugas mereka, dengan harapan bisa lebih gesit dalam bergerak, lebih mudah mengerjakan input data dan lebih up date dalam informasi. Karena ternyata banyak warga baru yang tergolong muda, enggan ikut dalam kepengurusan organisasi masyarakat karena didominasi kaum sepuh. Padahal seharusnya mereka butuh re generasi.

Setelah pindah rumah tinggal, saya kembali menjadi warga baru. Awalnya ada perasaan lega, bisa menjadi anggota tanpa harus rapat berkali-kali dan tidak perlu lagi repot - repot input data ini itu. Tapi kok rasanya ada sesuatu yang kurang, berasa hidup sendiri. Ditambah posisi rumah yang membuat makin susah bersosialisasi. Rasanya ingin kembali ke rumah lama hiks...

Beruntung,ada hikmahnya saya tidak di diperbolehkan mengundurkan diri dari salah satu jabatan di rw rumah lama. Saya jadi tetap bisa berkumpul, dan berkontribusi untuk masyarakat disana.
Harapan saya di tahun ini, ingin bisa kembali berkontribusi untuk masyarakat di tempat tinggal yang baru. Karena pada dasarnya, kita ingin bermanfaat untuk orang lain.

Demikian resolusi saya di tahun 2018 ini, semoga apa yang saya harapkan bisa terlaksana. Intinya sih bisa menjadi pribadi, ibu, istri, saudara, sahabat dan muslimah yang lebih baik. 

Bagaimana resolusi anda di tahun ini ?

1 comment:

Share