Tuesday, 30 January 2018

Liburan akhir tahun singkat di Tegal.




Liburan adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, baik pegawai, anak sekolah bahkan ibu rumah tangga seperti saya. Apalagi ketika moment libur panjang seperti saat lebaran, natal dan tahun baru, serta liburan akhir semester. Biasanya kita akan menyiapkan rencana jauh-jauh hari sebelum liburan datang.

Tidak hanya sebagai refreshing melepas penat selepas bekerja, beraktifitas maupun belajar, liburan juga kadang dijadikan ajang silaturahmi. Silaturahmi serta berkumpul bersama sanak saudara maupun kerabat yang jarang berjumpa atau tinggal jauh dari kita.

Seperti liburan akhir tahun 2017 yang lalu, saya dan keluarga sengaja tidak menyusun liburan ke tempat wisata tertentu akan tetapi lebih memilih Mudik ke kampung halaman di Tegal. Alasan kami lebih memilih mudik antara lain :

1.  Pekerjaan suami yang merupakan seorang profesional, hari kerjanya tidak terpaut dengan hari kerja pada umunya. Biasanya justru hari libur banyak job, jadi kami sering memilih liburan disaat weekday (hari kerja) atau weekend yang bukan long weekend saat suami sedang off. Sehingga tidak terlalu ramai, dan biaya akomodasi normal.
2.  Saat long weekend atau libur hari besar biasanya jalanan macet, tempat hiburan ramai bahkan antri untuk menaiki wahana permainan. Apalagi saya memiliki dua balita, takutnya kami tidak bisa menikmati liburan dengan maksimal.
3. Biaya akomodasi meningkat hingga 2x lipat. Awalnya kami berencana liburan ke yogya sekaligus suami ada kerjaan disana saat liburan tersebut, akan tetapi begitu cek hotel harganya naik 2x lipat bahkan ada yang hingga 200%. Kami pikir biaya hotel tersebut kalau untuk liburan di lain waktu sudah bisa untuk akomodasi transport, penginapan dan wahana permainan. Jadi kami putuskan untuk membatalkan rencana tersebut, dan suami tetap berangkat sendiri tanpa menginap.

4.      Melepas rindu kumpul bersama di Tegal. kakak dan adik pertamaku usaha di jakarta, sementara saya dan adik bungsu di semarang maka kumpul bersama adalah moment yang sangat dinanti. Karena kami tidak bisa setiap saat bertemu, hanya ketika ada acara keluarga atau hari besar saja. Bahkan lebaran tahun lalupun, kakak tidak pulang ke Tegal. Jadi ketika ada kesempatan bertemu maka tidak akan kami sia-siakan begitu saja deh.

Itulah beberapa alasan saya memilih mudik dari pada liburan keluar kota. Intinya sih liburan akhir tahun kali ini prioritas kami adalah berkumpul bersama keluarga. Selain melepas rindu, sebenarnya tujuan saya adalah mendekatkan anak-anak dengan anggota keluarga yang jarang mereka temui. Meskipun selama ini sering video call, tapi bertemu langsung dan bermain bersama juga moment yang anak-anak nantikan.

Selama liburan akhir tahun singkat di Tegal, saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah untuk saling cerita dan curhat satu sama lain.

1.      Wisata kuliner yang hits dan khas tegal.


Yang tidak boleh ketinggalan ketika mudik maupun traveling ke daerah lain yaitu wisata kuliner. Saat liburan akhir tahun 2017 kemarin saya memilih mencoba makan di kedai mbak ute yang terkenal dengan es kuwud dan seblak nya yang enak dan harga terjangkau.

Kedai mbak ute sudah memiliki cabang sekitar 12 cabang yang tersebar di kota tegal dan sekitarnya. Dan kemarin saya mencoba mampir ke kedai mbak ute cabang sumur panggang yang dekat dengan rumah orang tua.

Pantas saja kedai ini sedang hits dan digandrungi kawula muda sebagai tempat makan dan kongkow yang asyik. Selain makan yang enak dan murah, tempatnya juga instagrameble dan free wifii. Pokoknya komplit lah memenuhi kebutuhan kawula muda saat ini .

2.      Berenang dan menikmati sunrise di pantai muara reja .

Kalau ke Tegal rasanya kurang afdol kalau ga ke pantai, soalnya Tegal berada di wilayah pesisir pantai utara yang memiliki beberapa pantai yang indah. Diantaranya pantai alam indah (PAI) , pantai Larangan, Pantai Purwahamba indah (purin) dan pantai muara reja. Meskipun rumah orang tua lebih dekat dengan pantai muara reja dibandingkan dengan yang lain, tapi biasanya kita ke pantai PAI. Selain lebih populer, juga lebih ramai dan sudah di kelola oleh dinas pariwisata kota tegal.

Tapi liburan akhir tahun kemarin, saya memilih ke muara reja. Meskipun lebih dekat, tapi seingat saya terakhir kesana jaman masih sekolah.

Tidak disangka ternyata pantai muara reja kini sudah banyak berubah lebih baik. Lebih bersih, akses masuk lebih mudah dan sudah banyak penjual makanan di sana. Tapi yang lebih asyik di sediakan gasebo di pinggir bibir pantai, sehingga kita dengan mudah mengawasi anak-anak bermain air sambil santai menikmati semilirnya angin ditemani mendoan dan teh hangat .



3.  Menikmati senja di Alun-alun kota Tegal.


Semenjak merantau ke Semarang, ketika mudik ke Tegal hampir tidak pernah nongkrong di alun-alun. Karena beberapa waktu lalu melihat postingan di sosmed adik yang tengah asyik bermain bersama anak nya di alun-alun saat sore hari, saya jadi pengen ngajak anak-anak bermain di sana.

Benar saja, ternyata di alun-alun ketika sore hingga malam hari sangat ramai. Ada banyak wahana permainan anak baik yang gratis maupun berbayar, yang berbayar sekitar 5000-10.000 per anak.

Asyik nya ketika Anak-anak sibuk bermain pasir kinetik saya dan adik-adik bisa ber selfie ria hehehe...

Itulah keseruan liburan akhir tahun singkat di tegal, saya bersama keluarga di penghujung tahun 2017. Siapa tau kapan -kapan anda berkesempatan singgah di kota Tegal, anda juga bisa menikmati pantai , wisata militer maupun sekedar santai di alun alun seperti saya.

Terima kasih untuk pemenang arisan link bloger gandjelrel ke 18 mbak uniek dan novia yang memberikan ide dengan teman " liburan akhir tahun".


Tips pakai internet yang bertanggung jawab.



Saat ini masyarakat tidak bisa luput dari internet, baik untuk kepentingan pekerjaan, belajar maupun hanya sebagai ajang eksistensi diri. Dari anak-anak hingga orang tua, yang tinggal di kota hingga dipelosok desa sudah menggunakan internet dalam kegiatan sehari-harinya. Sepertinya memang internet sudah menjadi kebutuhan pokok untuk masyarakat saat ini. Didukung dengan banyaknya gadget yang dijual dengan harga yang terjangkau dan jaringan yang mulai meluas yang disediakan oleh berbagai provider hingga ke pelosok desa memudahkan masyarakat untuk mengakses internet kapan pun dan dimanapun.

Sayangnya kemajuan tersebut tidak iimbangi dengan pengetahuan bagaimana berinternet yang baik dan apa saja dampak yang ditimbulkan jika tidak menggunakan internet dengan baik.

Beberapa waktu yang lalu, saya menghadiri seminar internet baik yang diselenggarakan telkomsel di hotel santika premiere Semarang. Acara ini merupakan salah satu program digital citizenship education ( pendidikan kewarganegaraan digital) yaitu panduan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna internet agar bisa menggunakan internet dengan produktif , serta dibarengi dengan rasa tanggung jawab sehingga internet bisa mengoptimalkan hidup penggunanya dengan potensi yang ada dan penggunanya terhindar dari resiko-resiko yang ada di dalamnya.


Lalu apa sih Internet BAIK itu? Internet BAIK adalah sebuah program dan gerakan penggunaan internet dengan bertanggung jawab, aman, inspiratif dan kratif (BAIK). Yaitu :
1.      B – Bertanggung Jawab.
Bertanggung jawab dalam memanfaatkan internet dan media sosial secara tepat, sesuai dengan norma dan etika. Bertanggung jawab pula dengan segala resiko dampak negatif internet yang dapat membahayakan diri sendiri apalagi orang lain.

2.      A – Aman.
Aman dari segala potensi kejahatan dan dampak buruk dari internet. Baik berupa kecanduan, pornografi, judi dan aman dari kejahatan yang terjadi di internet, dengan mampu mengenali berbagai bentuk bahaya tersebut dan mengidentifikasinya serta mengambil tindakan dalam melindungi diri.

3.      I - Inspiratif
Mendorong pemanfaatan internet sebagai cara baru yang menjadikan hidup lebih mudah, produktif, dan menyenangkan. Serta memberikan inspirasi dari orang-orang yang sudah menggunakan internet dengan baik.

4.      K – Kreatif.
Menciptakan ekosistem digital yang produktif sebagai wadah dan pengembangan daya cipta serta kreasi, seperti membuat konten positif yang memiliki nilai manfaat bagi orang lain melalui kegiatan online mereka.

Dimana program ini ditujukan untuk membuat pengguna internet semakin pintar menggunakan internet dan waspada terhadap dampak buruknya. Selain itu program ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem internet yang BAIK. Dan menjadi jembatan untuk lahirnya generasi yang kreatif, positif, tetapi tetap waspada serta kritis terhadap nilai-nilai yang tidak tepat, sehingga hal-hal yang dibagikan ke internet adalah hal-hal yang bermanfaat.

Nah, untuk menciptakan ekosistem internet yang baik, salah satunya yaitu pakai internet yang bertanggung jawab. Yaitu dengan memanfaatkan secara tepat sesuai etika dan bertanggung jawab dengan segala resiko yang ditimbulkan. Berikut 10 tips pakai internet yang bertanggung jawab, antara lain:
1. Pelajari hal baik dan buruk yang ada di gedget dan internet.
2. Pelajari dampak penggunaan internet yang tidak baik.
3.   Pelajari dan pahami Etika Di dunia digital.
4. Susun aturan penggunaan gedget dan internet untuk diri sendiri dan keluarga agar sesuai dengan tujuan.
5. Gunakan gedget dan internet secara tepat sesuai denga etika.
6.Perbanyak interaksi langsung dengan keluarga dan teman dibanding lewat internet.
7.Hindari melanggar peraturan yang berkonsekuensi pada diri sendiri dan orang lain.
8.  Hindari hacking dan bullying.
9. Hati-hati dalam menyebarkan informasi atau berita yang belum teruji kebenarannya.
1- .  Hargai Privasi dan hak cipta orang lain.

Itulah 10 tips pakai internet yang bertanggung jawab, karena apapun yang kita posting di media sosial mencerminkan diri kita (branding) dan harus siap dipertanggung jawabkan. Mari bijak menggunakan internet dan media sosial dengan internet BAIK. sesuai dengan tema arisan Link ke 15 dengn tema " berinternet sehat menurut kamu", yang di menangkan oleh mbak Dedew dan mbak prananingrum

Sumber : buku saku sosialisasi internet baik by telkomsel dan IG internet baik.

Friday, 26 January 2018

Semangat Baru di tahun 2018


Tidak terasa sudah setahun an tidak menulis di Blog ini, termasuk nunggak arisan link dengan bloger ganjelrel. Dan ini sudah masuk arisan ke 20 yang dimenangkan oleh lestari dan gandjelrel. Tema arisan link kali ini pas banget moment nya dalam rangka menyambut pergantian kalender yaitu "Resolusi di tahun 2018".

"Tahun baru, semangat baru dan harapan baru" dan kalender baru tentunya hehehe. Seringkali kita mendengar seseorang membuat resolusi saat di penghujung maupun di awal tahun. Lalu resolusi itu apa sih sebenarnya ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Sedangkan resolusi juga dapat diartikan sesuatu yang hendak dicapai di selama setahun ke depan.

Masing - masing orang memiliki resolusi tersendiri, sesuai dengan prioritas hidupnya.
Berikut resolusi yang ingin saya lakukan di tahun 2018 ini, saya bagi dalam beberapa aspek kehidupan sebagai berikut :

1. Kesehatan.

Setiap orang pasti ingin sehat baik jasmani dan rohani, begitupun dengan saya. Alhamdulillah sampai dengan saat ini masih diberi kesehatan oleh Allah, tapi ada beberapa hal yang ingin saya lakukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran tubuh.
Yang pertama adalah olah raga. Selama ini merasa aman tidak melakukan olah raga yang di rancang atau dijadwalkan, karena saya pikir pekerjaan rumah tangga sudah cukup menguras energi dan bikin berkeringat.Padahal olahraga tidak hanya sesuatu yang bikin berkeringat, tapi menambah kebugaran.

Akhir-akhir ini saya merasa gampang sekali capek, dan terserang flu. Awalnya sih merasa wajar mungkin saja karena capek mengurus dua balita aktif dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri tanpa asisten rumah tangga. Nah selama liburan panjang akhir tahun kemarin saya mudik dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tapi kok ya tetep gampang capek. Jam 9 malam sudah ngantuk dan badan rasanya lelah sekali, tidur pun rasanya kurang. Padahal biasanya saya mengerjakan pekerjaan rumah malam hari saat anak-anak sudah tidur, atau menunggu suami pulang dan menemaninya hingga larut malam.

Beberapa bulan belakangan, kalau menemani anak-anak tidur ya sekalian tidur hahaha. Suami sampai protes karena ketika dia pulang malam saya sudah tidur dan susah di bangunin hihihi.. maaf ya say.
Dari situ saya sadar, bahwa ada yang kurang beres nih dengan tubuh saya. Meski kelihatan sehat, tapi tidak bugar. Maka salah satu resolusi di tahun 2018 ini adalah merutinkan olahraga. Diantaranya jalan sehat keliling komplek seminggu 2 kali, ikut senam aerobik seminggu sekali. 

Sebenarnya sih pengen ikut zumba atau belly dance, sekaligus untuk menggemukkan badan, tapi sampai saat ini belum nemu tempat yang dekat rumah. Jadi sementara masih ikut senam aerobik dengan ibu-ibu di komplek perumahan tempat saya tinggal.

2. Keluarga.


Dari aspek keluarga, resolusi tahun 2018 ini ingin lebih sabar. Sabar dengan suami diantaranya : Sabar untuk saling menerima kekurangan masing-masing, sabar menerima setiap rezeki yang Allah titipkan melalui suami dan sabar saat suami belum mengerti dan peka dengan apa yang saya inginkan. 

Sabar dengan anak - anak diantaranya : sabar ketika menghadapi polah tingkah mereka yang sedang dalam fase serba ingin tau dan Sabar ketika anak-anak sakit. Karena emosi ibu menentukan kebahagian anak-anak, jadi sangat penting bagi seorang ibu untuk pandai mengelola emosinya.

3. Agama.

Dalam aspek keagamaan saya ingin meningkatkan ibadah, diantaranya : menambah rakaat sholat dhuha, lebih konsisten dan menambah rakaat sholat malam. Selain itu juga ingin kembali aktif belajar sakit'an, karena sudah fakum semenjak pindah rumah. Serta ingin kembali menjalankan puasa sunah senin kamis, setelah beberapa tahun ini absen dengan alasan masih Menyusui.

4. Keuangan.

Jujur saya ini tipe orang yang kurang teliti dan setiti dalam masalah uang. Padahal pekerjaan suami itu tergolong profesional, bisa dapat uang kapan saja. Tapi selama ini tidak saya catat, baik uang masuk dan keluar. Jadi saya tidak tau persis berapa penghasilan suami selama sebulan dan berapa pengeluaran kami perbulan.

Dulu sih jaman belum punya anak sempet bikin semacam buku kas keluarga, jadi saya tau berapa pendapatan dan pengeluaran per bulan tersebut. Selain itu juga pernah mempraktekkan tabungan kaca, jadi setelah mendapat kan uang langsung dibagi kedalam beberapa post dengan persentase tertentu dan dimasukkan kedalam toples transparan. Tapi cuma beberapa bulan saja berjalan, selanjutnya hingga saat ini ketika mendapatkan uang langsung saya potong untuk zakat n sedekah. Selebihnya masuk dompet untuk keperluan.

Oleh karena itu tahun ini ingin kembali mengelola keuangan dengan sistematis, agar bisa mengetahui seberapa besar pendapatan n pengeluaran rutin. Sehingga bisa mengelola dengan lebih baik.

5.Pengembangan diri.


Dalam hal pengembangan diri, berasa banget tahun 2017 mengalami banyak kemunduran. Nyata nya saya sudah tidak aktif di beberapa komunitas yang sarat ilmu dan positif.

Harapannya, semoga tahun ini bisa kembali aktif berkomunikasi. Untuk meningkatkan ilmu, pengalaman dan menambah teman.

6. Masyarakat.


Sebenarnya saya sangat suka berkontribusi untuk masyarakat. Di tempat tinggal yang lama saya aktif di beberapa kepengurusan, bahkan kalo dihitung sebulan 7x rapat bulanan. Sebenarnya sih karena saya termasuk generasi muda diantara warga lain yang umurnya seumuran dengan orang tua saya. Mereka membutuhkan generasi muda yang bisa meneruskan tugas mereka, dengan harapan bisa lebih gesit dalam bergerak, lebih mudah mengerjakan input data dan lebih up date dalam informasi. Karena ternyata banyak warga baru yang tergolong muda, enggan ikut dalam kepengurusan organisasi masyarakat karena didominasi kaum sepuh. Padahal seharusnya mereka butuh re generasi.

Setelah pindah rumah tinggal, saya kembali menjadi warga baru. Awalnya ada perasaan lega, bisa menjadi anggota tanpa harus rapat berkali-kali dan tidak perlu lagi repot - repot input data ini itu. Tapi kok rasanya ada sesuatu yang kurang, berasa hidup sendiri. Ditambah posisi rumah yang membuat makin susah bersosialisasi. Rasanya ingin kembali ke rumah lama hiks...

Beruntung,ada hikmahnya saya tidak di diperbolehkan mengundurkan diri dari salah satu jabatan di rw rumah lama. Saya jadi tetap bisa berkumpul, dan berkontribusi untuk masyarakat disana.
Harapan saya di tahun ini, ingin bisa kembali berkontribusi untuk masyarakat di tempat tinggal yang baru. Karena pada dasarnya, kita ingin bermanfaat untuk orang lain.

Demikian resolusi saya di tahun 2018 ini, semoga apa yang saya harapkan bisa terlaksana. Intinya sih bisa menjadi pribadi, ibu, istri, saudara, sahabat dan muslimah yang lebih baik. 

Bagaimana resolusi anda di tahun ini ?
Share