Friday, 27 October 2017

5 ruangan yang bikin betah di rumah



Berbicara mengenai rumah idaman, kebanyakan orang menginginkan rumah di pedesaan atau pegunungan dengan udara yang sejuk dan pemandangan hijau yang segar. Jauh dari hiruk pikuk dan gemerlap kehidupan di kota, sambil menikmati masa tua bersama keluarga.
Saya sendiri yang lahir dan dibesarkan di desa, rumah mewah (mepet sawah) justru sebaliknya. Saya menginginkan rumah dipinggiran kota, agar dekat dengan berbagai fasilitas umum, tempat suami bekerja dan anak-anak bersekolah.

Meskipun orang tua dan mertua menawari untuk membangun rumah di desa, tapi sampai dengan saat ini saya dan suami belum Ada keinginan kesana.

Ya mungkin karena sudah dari lahir di desa, dan sekarang aktifitas suami dan anak-anak di kota. Jadi pilihan saya jatuh ke pinggiran kota. Kenapa pinggiran kota? Karna suasana masih seperti didesa, tapi masih bisa menjangkau aktifitas dan fasilitas di kota. Misal di daerah ungaran, gunung pati atau mijen.

Disana udara masih sejuk dan suasana masih asri, tapi jarak ke kota semarang masih terjangkau.

Untuk rumah, saya ingin yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Awal menikah saya tinggal dirumah tipe 21, rasanya longgar karena masuk rumah tersebut hanya membawa baju saja tanpa perabotan apapun. Seiring berjalannya waktu, rumah terasa sempit karena dihuni 5 orang dan penuh dengan perabotan.

Saat ini alhamdulillah, sudah pindah ke rumah yang lebih besar tapi tidak terlalu luas. Pas lah sesuai dengan impian semasa masih tinggal di rumah lama. Karena ada beberapa ruagan yang dulu saya dan suami andai-andaikan ada ketika memiliki rumah sendiri, yang akan membuat kami lebih betah di rumah.

Nah, berikut 5 ruangan yang bikin betah di rumah versi saya dan suami :

1. Ruang kerja dan perpustakaan pribadi.

Suami saya adalah seorang pekerja mandiri atau wiraswasta. Kalau ada job atau meeting baru keluar rumah, selebihnya ia menghabiskan waktu di dalam rumah. banyak hal yang berkaitan dengan pekerjaannya dia kerjakan di rumah, oleh sebab itu perlu tempat yang nyaman untuk kerja di rumah.

Ruang kerja menjadi satu hal penting yang harus ada, agar suami bisa tetap berkarya di rumah dengan nyaman dan tanpa gangguan anak-anak.

Selain sebagai ruang kerja, ruangan ini juga berfungsi sebagai perpustakaan pribadi. Suami hobi membaca dan banyak sekali koleksi buku yang berkaitan dengan pekerjaan nya. Oleh karena itu, buku-buku koleksinya tersebut diletakkan di ruang yang sama dengan ia bekerja. Tujuannya agar mudah terjangkau ketika dibutuhkan.

2. Dapur yang luas dan nyaman.

Saya bukan ahli memasak, tapi suka mengajak anak-anak eksplore di dapur. Awalnya sih karena tidak ada asisten, tapi tetap bisa memasak sambil mengawasi anak yang masih batita. Tidak menyangka lama-kelamaan mereka enjoy dan tidak jarang mengajak saya membuat sesuatu atau mencoba resep baru.

Karena dirumah yang dulu dapurnya sempit, dan ruang gerak terbatas. Maka saya menginginkan dapur yang lebih luas, bersih dan anak-anak nyaman.

3. Taman belakang.

memiliki taman belakang merupakan salah satu ruang yag kami impikan ada di rumah kami kelak. taman tersebut berada dibagian samping atau belakang dari rumah. Di taman tersebut terdapat kolam ikan lengkap dengan air mancur kecil, karena suami sangat suka dengan ikan.

Selain itu ada lahan yang cukup untuk berkebun, yang bisa ditanami sayur mayur, bumbu dapur atau tanaman obat dalam pot. 

Disisi lain ada ada kandang burung yang berkicau, dan bangku yang bisa digunakan untuk ngeteh atau bersantai bersama keluarga.

4. Mushola out door.

Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman yang memiliki mushola out door. Letaknya persis di samping kolam renang dan tidak atau pintu maupun tembok yang menghubungkan dengan halaman belakang.

Saya dan suami langsung jatuh hati, kelak jika punya rumah sendiri ingin letak musholanya juga outdoor. "Agar bersentuhan langsung dengan alam, jadi kalau tahajut lebih nyaman" begitu pendapat suami.

Tidak harus dekat kolam renang atau taman belakang. jika memang lahan tidak cukup, mushola bisa diletakkan di lantai atas dengan konsep seperti gazebo. Jadi tetap bisa langsung berinteraksi dengan alam.

5. Kamar utama menghadap taman belakang.

saya menginginkan memiliki kamar utama yang menghadap taman belakang. Jadi ketika membuka jendela kamar bisa langsung melihat kolam ikan, mengawasi tanaman kesayangan, mendengarkan gemercik air dari kolam ikan, dan kicauan burung. 

Jadi meskipun nanti rumah tidak di desa, tapi bisa mendapat feel seolah-olah seperti di desa.

Itulah 5 ruangan yang bikin betah di rumah versi saya dan suami. Meskipun rumah yang kami tempati saat ini adalah rumah kontrakan, tapi kami sangat bersyukur karena Allah sudah mengabulkan keinginan saya dan suami untuk menempati rumah yang nyaman sesuai dengan impian. Dan 5 ruangan yang bikin betah di rumah tersebut ada di rumah yang kami tempati saat ini.

Harapan saya, semoga diberikan kemudahan dan keberkahan rezeki agar segera memiki rumah pribadi yang dibeli cash. Dengan lokasi dan bentuk sesuai yang kami impikan.
bagaimana dengan rumah impian masa depan kalian?

Tema tulisan ini sesuai dengan tema arisan blog gandjel rel yang ke 14. Yang diusulkan oleh duo arsitektur cantik mbak Archa Bella dan Dian nafi.

4 comments:

  1. Sama banget aku juga suka rumah yg punya 5 ruangan kek di atas terutama perpustakaan dan taman belakang yg luas

    ReplyDelete
  2. Rata-rata sama ada taman, musola dan perpustakaan ya mbak, Alhamdulillah rumahku walau mungil sudah ada Itu 😀

    ReplyDelete
  3. Impian banget yaa punya rumah yang cantik, semoga segera terwujud aamiin

    ReplyDelete
  4. Musholla out door ini nih yang pasti asyik banget

    ReplyDelete

Share