Friday, 15 September 2017

5 kuliner Khas Tegal yang Paling Ngangenin



Hidup diperantauan ternyata banyak tantangan yah? selain harus beradaptasi dengan lingkungan. Kita juga harus beradaptasi dengan makanan, bahasa dan cuaca di daerah perantauan tersebut.  Saya lahir dan dibesarkan di tegal , tapi orang tua merantau ke Jakarta sejak tahun  1990 hingga sekarang. Sedangkan saya merantau sejak tahun 1999 ketika melanjutkan jenjang pendidikan di pesantren di kota Pemalang. Kemudian tahun 2002 merantau ke Semarang untuk melanjutkan kuliyah di salah satu perguruan tinggi disana.

Selama merantau di Pemalang sebenarnya tidak banyak perbedaan dengan ketika masih tinggal di tegal, karena pemalang dan tegal berdekatan. Jadi dari segi bahasa, makanan, maupun cuaca tidak banyak berbeda. Sedikit masalah justru terjadi ketika saya merantau ke Semarang, meskipun sama-sama masih satu provinsi dan sama-sama masih suku jawa tapi ada beberapa hal yang berbeda. Salah satunya adalah Dari segi bahasa, ada sedikit perbedaan meskipun sama-sama suku jawa. Tegal lebih dikenal dengan bahasa ngapak-nya sedangkan semarang lebih ke bahasa jawa alusnya.

Yang kedua adalah makanan, di tegal rasa makanan lebih cenderung asin sedangkan di Semarang cenderung manis. Awalnya memang merasa aneh bahkan tidak doyan, “ masakan kok kaya kolak” begitu komen mamah ketika pertama kali mencicipi makanan di semarang. Tapi seiring berjalannya waktu, mau tidak mau harus doyan dan terbiasa akhirnya lidah saya pun sudah terbiasa.
Pas sekali dengan tema arisan link gandjelrel ke 3 yang diusulkan oleh Rizka alyna dan Alley H tentang "sesuatu yang paling kamu kangenin". Yang selalu aku kangenin ya kuliner tegal, terutama yang belum bisa ditemui di Semarang.

Berikut 5 kuliner Khas Tegal yang Paling Ngangenin :

1. Rujak Teplak. 



Rujak teplak ini adalah salah satu kuliner andalan kota Tegal. Rujak teplak ini menggunakan beberapa jenis sayur mayur seperti kangkung, lembayung, daun ubi jalar, daun pepaya, daun singkong, tauge, kok jantung pisang, pare, dan timun yang direbus. Jika rujak umumnya menggunakan bumbu kacang, rujak teplak ini dihidangkan dengan sambel gaul.
 Sambel gaul ini terbuat dari singkong rebus atau kukus yang lalu diuleni hingga halus dan dicampur dengan sambal cabe merah ulek, garam, terasi, dan gula merah. Rujak teplak ini rasanya lebih seru lagi bila dinikmati dengan kerupuk mie atau opak.

2. Soto Tauto.



Soto khas Tegal ini berbeda dengan soto-soto yang ada di daerah lainnya. Perbedaan soto ini karena rasanya manis, asam, dan asin yang berasal dari rasa dan aroma tauco. Dalam semangkuk kecil sauto tegal, kita akan mendapatkan daging ayam yang disuwir-suwir, potongan babat rebus, tauge, bawang prei, brambang goreng, dan tauco. Sauto tegal ini bisa dinikmati dengan lontong ataupun nasi. Tauco inilah yang menandai strategisnya posisi Tegal, sebagai jalur perdagangan. Karena tauco ini konon sejarahnya dibawa oleh pendatang atau pedagang dari Tiongkok. Bila Anda mampir ke Tegal, ada beberapa tempat makan sauto tegal yang cukup terkenal, salah satunya yang ada di Pasar Senggol komplek Alun-alun Tegal. Kendati tempatnya di sudut alun-alun, rasanya terjamin, dan kadang-kadang Anda harus rela mengentre untuk mendapatkannya.

3. Kupat glabed.



Kupat glabed ini adalah ketupatnya orang Tegal. Memang, Kupat glabed hampir mirip dengan ketupat yang lain. Namun, yang membedakannya adalah kuah yang ketal (ngeglabed) dengan topping kerupuk kuningnya. Kupat glabed biasa dinikmati dengan sate kikil dan sate kerang. Kombinasinya pasti akan membuat teman-teman ketagihan. Di Tegal, teman-teman bisa mendapatkan penjual kupat glabed enak di Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan.

4. Glotak.



Dari namanya saja sudah memang bikin penasaran bukan? Sebenarnya apa sih glotak itu? Glotak merupakan makanan khas Tegal yang terbuat dari gembus, aneka bumbu, dan kaldu yang terbuat dari tulang ayam atau sapi. Sebagai catatan tambahan sebutan orang Tegal untuk tulang ayam atau sapi ini adalah balungan. Pengen tahu kenapa disebut glotak? Karena konon saat bumbu tumisan (bawang merah, bawang putih, cabai, sereh, dan tentunya daun salam) yang dicampur dengan kaldu tulang, saat diaduk berbunyi klotak klotak klotak. Nah, oleh sebab itu disebut dengan glotak. Glotak biasanya bisa dinikmati untuk cocolan kerupuk antor atau kerupuk mie goreng. Lebih afdol jika glotak dinikmati dengan alas daun pisang.

5. Nasi lengko.



Nasi lengko adalah nasi yang disajikan dengan mentimun dan tahu goreng yang dipotong dadu, tempe oreg, tauge, disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis kemudian ditaburi bawang goreng dan temukan kerupuk.
Nasi lengko ini cocok disantap saat sarapan maupun makan malam yah. Karena isiannya yang banyak sayuran , jadi tidak memberatkan kerja perut.
Di tegal banyak warung yang menyediakan menu nasi lengko, dengan harga yang terjangkau.

Itulah 5 kuliner khas tegal yang paling ngangenin, karena hingga saat ini belum menemukan penjual makanan tersebut di Semarang. Jadi ketika berkunjung ke kota Tegal, makanan tersebut wajib kalian coba.


2 comments:

  1. Hmm.. Patut dicoba nih.
    Pas mampir di Tegal aku sempat nyesel karena ga jadi icip nasi ponggol. Penasaran aja kyk apa :)

    ReplyDelete
  2. ayo dicoba mbak kalo ke tegal lagi

    ReplyDelete

Share