Thursday, 31 August 2017

Teman hidupku, sahabat sejatiku


Sahabat, merupakan salah satu orang yang penting dan berpengaruh dalam hidup seseorang. itu menurut saya, Apakah anda juga setuju?. Sebenarnya apasih arti seorang sahabat itu? Menurut saya juga, sahabat adalah orang yang tidak menerima kita apa adanya, siap menolong kita kapan aja, siap mendengarkan curhatan kita, siap mensupport disaat susah dan senang.

Nah kalau menurut anda apa arti seorang sahabat?
Saya ingin bercerita mengenai seseorang yang memenuhi kriterita tersebut dari jaman waktu kuliyah hingga saat ini. Siapa kah dia? Penasaran? Hayo coba tebak?.

Yups, seratus untuk anda yang jawab suami. Memang betul teman hidupku, sahabat sejatiku. Kok bisa yah suami kok jadi sahabat terbaik?, Wajarlah namanya teman hidup ya wajib menerima dan menemani kita saat susah dan senang. Memang ga punya temen curhat atau temen deket gitu?. Mungkin itu jadi salah satu pertanyaan yang ada di benak anda.

Sebenarnya, ada beberapa kriteria yang membuat saya memilih suami sebagai seorang sahabat sejati. Bukannya dari dulu ga punya temen curhat atau yang asyik buat jalan lho ya, tapi yang paling memiliki kriteria sahabat sejati menurut saya.
Inilah kriteria yang membuat saya memilih suami sebagai seorang sahabat sejati :

1. Teman curhat yang jujur.



Buat saya ini adalah salah satu kriteria utama dalam memilih seorang sahabat. Kenapa ? Ya karena, kita itu memilih sahabat buat dapet temen curhat yang jujur. Yaitu, seseorang yang tidak hanya mendengarkan setiap kali kita menceritakan sesuatu yang di alami. Tapi juga bisa membantu memberikan solusi terbaik n jujur dari dalam hatinya untuk kebaikan kita. Meskipun solusi atau saran tersebut pahit dan tidak kita sukai, tapi tetap dia utarakan. Karena ada lho teman yang kalo pas kita curhat hanya dengerin aja sambil manggut- manggut. Setelah selesai dan kita tanya bagaimana pendapat nya atau solusinya, dia jawab "ya udah, gimana menurut kamu aja yang terbaik gimana?". Idih.. Ga asyik banget kan? Kita diawal sudah cerita panjang lebar dengan harapan dapat solusi tapi malah gitu doang jawabannya.

Nah, buat saya suami ku itu seorang pendengar yang baik. Walaupun kadang kelihatan ga serius dengerin, tapi selalu saja memberikan jawaban jujur,kasih solusi membangun Dan memberikan opsi yang realistis sehingga tetap bisa saya pilih sesuai kemampuan. Jadi kesannya tidak menggurui, jadi bisa kita terima dengan mudah.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah seseorang yang tidak "Ember" . yaitu menceritakan apa yang kita curhatin ke orang lain, meskipun sudah bilang" janji deh ga bakal cerita ke orang lain". Syukurlah suamiku itu ga "ember" karena ga seneng ngerumpi, ya iyalah kan biasanya cewe yang suka ngerumpi hahaha..

2. Asyik diajak jalan.


Kriteria kedua yang tidak kalah penting dalam memilih seorang sahabat adalah, asyik di ajak jalan. Asyik dalam hal ini adalah : mau menemani kita jalan saat kita butuh teman jalan, enjoy saat pergi bersama, ga gengsi kalau di ajak kemanapun, dan saling memberi ide ketika binggung mau pergi kemana?.

Sebenernya ada sih beberapa teman yang memenuhi kriteria di atas, tapi menurut saya suami itu selalu punya cara yang bikin acara jalan2 kita ga asyik , jadi asyik dengan berusaha memberikan pandangan dari perspektif yang lain. Orang nya ga cepet bete kalau terjadi hal-hal diluar rencana saat kita jalan jadi ga merusak mood.

Bahkan dulu jaman masih kuliah, salah satu yang bikin saya tertarik karena dia suka sih ngajak saya jalan-jalan Hihihi..

Dulu Dia ngga cuma suka ngajak ke tempat wisata, mall atau cafe. Tapi kadang "ngukur jalan" sambil curhat dan ngobrol sepanjang jalan dan cari tempat makan baru atau yang rame pengunjung. Bahkan ga jarang kalau saya lagi galau, dia ngajal saya berziarah ke makan salah satu "wali songo" untuk sekedar refreshing n menenangkan pikiran.

3. Memiliki selera yang sama.


Kriteria yang ketiga ini sih sebenarnya ga mutlak harus dimiliki seseorang untuk jadi sahabat, tapi ini adalah "bonus" dari tuhan yang membuat saya lebih sreg dan nyaman dalam bergaul dengan seseorang. Karena berawal dari kesukaan dan minat yang sama itulah yang bisa bikin kita nyambung saat ngobrol.

Beruntung suami memiliki selera yang sama dalam beberapa hal. Salah satunya kita ini sama- sama suka jalan-jalan, suka nonton konser musik dengan penyanyi dan aliran yang sama, makan ga pilih-pilih tempat asal bersih, suka berorganisasi.

Untuk urusan jalan-jalan sudah saya singgung di kriteria Kedua, kalo istilah di tegal nya tuh kita suka "reg regan" yang artinya suka jalan-jalan seperti kepanjangan dari kata "jawa" yaitu jalan-jalan wae.

Sedangkan urusan musik kita suka musik pop, jazz dan R n B. Inget banget waktu kuliyah sering nongkrong di Taman KB saat malam minggu ada event konser musik yang diadakan salah satu brand rokok karena biasanya memutar musik R n B. Kalau untuk pop kita sama-sama suka seila on 7, dewa 19, piterpan dan ga absen deh kalo mereka mengadakan konser di Semarang.

Itu adalah tiga kriteria yang membuat saya memilih suami sebagai sahabat dari kuliyah hingga sekarang kami memiliki dua putri, Kalo dihitung sih hampir 14 tahun. Meskipun sering berjalannya waktu ada perubahan selera dan keminatan, so far masih bisa saling kita mengerti dan maklumi.
Buat saya sahabat itu tidak hanya yang menerima kita apa adanya, tapi membuat kita lebih baik dari waktu ke waktu. Menghargai apapun pilihan kita selama itu demi kebaikan dan masa depan kita. Dan alhamdulillah suami memiliki semua itu, jadi pantas dong kalau saya menyebut "teman hidupku, sahabat sejatiku".

Jadi, kalau menurut anda seperti apa dan kriteria sahabat terbaik?

Tulisan ini guna memenuhi tugas, arisan link blogger gandjelrel putaran ke 4 yang dimenangkan oleh agustina dan mbak nurul . dengan tema " Sahabat".

Share