Sunday, 21 May 2017

Indahnya Masa Kecil, Bermain Peran dengan Orang-orangan Kertas.




Hai, bagaimana kabarnya?

Alhamdulillah.. setelah 2 bulan yang berat karena Sakit, hari ini saya sudah sehat dan semangat. Semangat karena mengejar ketertinggalan menggarap tulisan Arisan Link bersama sesama Blogger Gandjelrel kloter 1. Baiklah, menjawab tantangan Tema yang disepakati oleh mbak Nia Nurdiansyah Dan mbak Anjar Sundari mengenai “ Kenangan Masa kecil yang paling membekas ingatan”. Kali ini saya akan cerita indahnya masa kecil, bermain peran dengan orang-orangan kertas.

Saya tidak memiliki kakak perempuan, tapi punya kakak sepupu perempuan yang terkait usia hanya 2 tahun Iis namanya. Meskipun saya tinggal di Tegal dan Iis tinggal Dijakarta, tapi kami sangat dekat dan akrab. Setiap moment lebaran maupun liburan sekolah, Iis biasanya mudik dan itulah saat kami bisa bertemu. Seperti sodara kembar yang lama terpisah, kalau sudah ketemu udah ga bisa dipisahin lagi. Biasanya saya akan menginap di rumah Iis selama ia berada di kampung.

jaman kami kecil belum ada gedget jadi kami biasa main permainan tradisional. Permainan yang biasa kami mainkan adalah bermain peran dengan Orang-orangan kertas. Karena dengan mainan ini kita bebas bereskpesi memadu padankan orang dengan baju-baju yang ada. Kita juga bisa mengasah jiwa seni dengan bermain peran menjadi beberapa karkter sekaligus dalam sekali bermain. Selain itu, kita bisa belajar mendesain rumah untuk tinggal orang-orangan tersebut. Saking senengnya bermain peran, sering sampai lupa waktu makan dan mandi.

Dahulu orang-orangan kertas biasa dijual di penjual mainan yang biasa mangkal di sekolah-sekolah. Harganya sekitar 100 rupiah, sudah mendapat selembar kertas bergambar 2 orang lengkap dengan pakaian yang bisa di bongkar pasang. Saya bahkan dulu rela tidak jajan, demi membeli orang-orangan kertas seri terbaru.

Beruntungnya iis juga memiliki hoby yang sama, mengoleksi orang-orangan. Karena dia tinggal dijakarta, tidak jarang ketika mudik membawakan saya banyak orang-orangan kertas yang baru rilis di jakarta. Ah senangnya, karena yang pasti teman-teman lain belum memilikinya.



Sayang sekali, anak-anak perempuan jaman sekarang lebih asyik main bongkar-pasang baju barbie di gadget nya. Pernah kemarin itu  amira anak saya membeli orang-orangan kertas, tapi sudah tidak berbentuk lembaran lagi melainkan berbentuk seperti buku.

Harapan say a sih, semoga anak-anak sekarang masih mau memainkan permainan tradisional tidak hanya bermain gadget. Karena dengan permainan tradisional melibatkan visual, auditori dan kinestetiknya. Baik juga untuk melatih motorik kasarnya.

Nah kalau kalian permainan apa yang disukai waktu kecil?


Share