Sunday, 23 October 2016

NHW#1_Adab Menuntut Ilmu



Life is a choise, hidup adalah pilihan. Dalam hidup kita bebas memilih apapun termasuk memilih pasangan, pekerjaan maupun passion yang ingin di tekuni.
Jurusan ilmu yang akan dikekuni.
Setelah menikah, saya mutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dan memilih fokus menunaikan tugas sebagai seorang istri dan juga ibu. Saya memilih menekuni ilmu parenting, sebagai bekal agar dapat menjadi istri sholihah untuk suami, ibu dan tauladan yang baik untuk anak anak dan muslimah yang bermanfaat untuk masyarakat.
Selain itu saya juga suka menulis, dan ingin kelak tulisan saya bisa menginspirasi orang lain.
Alasan menekuni ilmu tersebut.
Seperti sebuah hadist "jika ingin bahagia di dunia, maka milikilah ilmu. Jika ingin bahagia di akhirat, milikilah ilmu. Dan jika ingin bahagia didunia dan akhirat maka milikilah ilmu". Salah satu tujuan hidup kita adalah ingin bahagia, di dunia dan akhirat. Menurut hadist tersebut kita perlu memiliki ilmu jika ingin bahagia, tentu saja ilmu tersebut berkaitan dengan apa yang kita tekuni. Teringat ucapan bu Septi, jika sesuatu dikerjakan tanpa ilmu, maka tunggulah kehancurannya.
Karena saya ingin menekuni dunia parenting, maka saya harus belajar ilmu tentang ilmu tersebut.
Selain itu, karena saya sudah sadar akan fitrah sebagai seorang istri yang harus bisa menjadi manajer rumah tangga terbaik. Fitrah ibu sebagai guru dan teladan utama bagi anak-anak. Dan fitrah sebagai mahluk sosial yang ingin berkontribusi bagi masyarakat.
Keterbatasan gerak dan waktu karena masih memiliki dua balita aktif, membuat saya ingin tetap berkarya n berkontribusi tanpa meninggalkan tugas utama yaitu dengan menulis. Karena menurut saya, menulis itu adalah terapi jiwa, dengan menulis kita bisa mengungkapkan segala perasaan, berbagi ilmu tanpa terbatas jarak dan waktu. Hingga nanti meski suatu saat sudah meninggal, tulisan kita tetap bisa dibaca siapapun dan dimanapun.
Tanpa memiliki ilmu, rasanya semua itu sangat jauh dari kata "tercapai".
Strategi menuntut ilmu yang akan direncanakan.
Belajar dari buku - buku, seminar maupun pelatihan, bahkan bergabung di komunitas parenting adalah beberapa cara saya dalam belajar parenting.
Selain itu, saya juga suka berdiskusi dengan suami mengenai metode apa yang akan kita terapkan dalam rumah tangga dan pengasuhan anak.
Seperti kata suami "tau tapi tidak melakukan, sama juga tidak tau". Kalimat itu seolah cambuk bagi saya, karena selama ini terlalu asyik belajar tapi minim mempraktekkannya.
Kedepan saya ingin lebih fokus belajar, kemudian coba diterapkan. Setelah itu evaluasi sesuai atau tidak dengan kondisi keluarga atau anak dan kemudian belajar lagi.
Selama proses itu, saya ingin share lewat tulisan. Sebagai catatan perjalanan hidup, agar kelak bisa di baca anak-anak maupun orang lain. Siapa tau bisa menambah wawasan dan menginspirasi orang banyak.
Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap yang ingin diperbaiki.
Dalam universitas kehidupan, kita dikatakan lulus jika sudah menyandang gelar almarhum/almarhumah, Saya ingin ketika menyandang gelar tersebut  mendapat nilai A. Maka dari itu, terus belajar, tidak keburu merasa sudah tau dan mau belajar dari berbagai sumber yang terpercaya adalah hal yang ingin saya pertahankan.
Kalau dulu saya mengambil ilmu dari berbagai sumber, saat ini akan saya pilih yang sesuai dengan alqur'an, hadist dan syariat islam. Bersikap skeptis ,Tidak asal share suatu informasi ke khalayak umum tanpa tabayyun terlebih dahulu.
Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah kita untuk terus belajar.


NHW#1_Ade Hermawati_Semarang

No comments:

Post a Comment

Share