Tuesday, 25 June 2013

Melatih kemandirian anak

Pernah dengar ada anak yang sudah menikah tapi masih merepotkan orang tuanya? Atau anak yang selalu minta dilayani ini itu di rumah? Naudzubillah.. jangan sampai hal tersebut terjadi di keluarga kita ya. Ternyata melatih kemadirian pada anak itu sangat penting, Bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa depannya. Bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang dan lingkungan disekitarnya.

Ya iyalah, siapa sih yang tidak mau memiliki anak yang bisa mengurus keperluannya sendiri di usia sekolah. sehingga pagi-pagi kita tidak perlu lagi repot menyaipkan keperluan si kecil ke sekolah, mulai dari menyiapkan seragam, buku pelajaran sampai sarapan. Dan ketika sudah baligh dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa meminta uang jajan lagi sama orang tua.

Sepertinya hidup ini indah banget kalau memiliki anak-anak semanis itu.  tapi semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Karena perlu perjuangan dan komitment yang kuat dalam menanamkan kemandirian pada anak sejak dini. Syukurlah Pada kuliah IIP online bunda sayang season 2, membahas mengenai “melatih kemandirian anak”, jadi bisa dijadikan referensi deh.

Menurut saya anak manja itu bukanlah bawaan atau dari sosonya, tapi hasil dari didikan orang tuanya. Ada beberapa penyakit orang tua yang menyebabkan anaknya tidak mandiri, diantaranya:

v  Memanjakan anak : memberikan apa yang tidak dibutuhkan anak dan melakukan berbagai hal untuk anak yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri
v  Tidak konsisten : mengikuti semua kemauan anak, aturan sangat longgar, tidak ada punishment ketika melakukan kesalahan
v  Rasa unsecure  yang berlebih karena takut kehilangan anak
v  Merasa bersalah karena setiap hari bekerja terus dan tidak punya waktu untuk anak
v  Pengalaman masa kecil : balas dendam masa kecil. Misalnya dahulu tidak mampu membeli coklat maka anak dengan mudah dibelikan coklat.
v  Tidak mau ribut dengan anak.

Hal yang dibutuhkan dalam melatih kemandirian anak yaitu: Konsisten dengan aturan yang telah ditetapka dan disepakati bersama. Dibutuhkan Motivasi yang kuat, serta Teladan dimana kita sebagai contoh untuk melatih kemandirian anak

ada beberapa tahapan membuat anak menjadi mandiri. Yaitu:
v  Diawali dengan keterampilan mengurus diri sendiri, antara lain makan, menggosok gigi, mengenakan pakaian, dll.
v  beri waktu anak untuk bermain bebas, agar dia memiliki waktu untuk kemandiriannya.
v  Membantu tugas rumah seperti menyiram tanaman, membuang sampah dll.
v  biarkan mengurus waktu sendiri dalam urusan sekolah dan main
v  diberi tanggung jawab dan dimintai pertanggung jawabannya
v  kondisi badan yang fit dan kuat, imbangi dengan olah raga dan kegiatan alam terbuka.
v  Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
v  Ingat anda tidak akan selalu bersama mereka.

Tips jitu dari bunda septi dalam melatih kemandirian anak yaitu dengan membuat buku bintang. berfungsi untuk mencatat prestasi anak, tapi jangan catat dan ingat-ingat kessalahannya. Buku ini berisi kegiatan sehari-hari dan sepakati peringkat bintangnya. Serta tentukan reward-nya jika sang anak mencapai jumlah bintang yang disepakati. Apabila melanggar kesepakatan maka bintang akan dikurangi.

Berhubung saya baru akan memiliki anak, maka buku bintang ini saya terapkan untuk diri sendiri beserta suami. Tujuannya bukan sekedar melatih kemandirian tapi juga melatih disiplin diri. Berikut buku bintang kami :

catatan pembiasaan positif

evaluasi mingguan


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.


Friday, 14 June 2013

Komunikasi Produktif


Dulu Hari rabu selalu menjadi hari yang dinanti-nanti, yak karena rabu pagi saya mengikuti kuliah rutin Institut Ibu Profesional (IIP) di Salatiga. Bukan hanya ilmu-ilmu luar biasa dari bunda Septi tapi juga suasana kuliah yang menyenangkan, yang bikin kangen. Pokoknya berkumpul bersama ibu-ibu pembelajar dan se- visi itu sesuatu banget..

Tapi semenjak hamil muda saya tidak diijinkan suami untuk kualiah langsung ke salatiga, karena khawatir PP Semarang-Salatiga naik bus dengan kondisi saya yang gampang lemes. Jadilah saya hanya bisa mantengin kegiatan teman-teman lewat web www.ibuprofesional.com, lumayan masih bisa dapet ilmunya karena setiap kegiatan selalu di share di web.

Rasanya hanya membaca liputan saja kurang puas yach? Pengen banget bisa kuliah langsung. Karena merasa ilmu mendidik anak saya masih dangkal, Sedangkan sang “murid” sebentar lagi akan hadir.

Alhamdulillah IIP mengadakan kuliah online program bunda sayang yang dimulai rabu (5/06/20013) kemarin. Tanpa pikir panjang saya langsung daftar, meskipun waktu disemarang sudah pernah mengikuti kuliah program bunda sayang, tapi buat saya selalu ada pemahaman baru setiap mempelajari lagi ilmu yang pernah kita pelajari.

Kuliah kali ini memang lain dari biasanya, karena dilakukan secara offline dan online secara bersamaan. Biasanya offline maupun online di satu kota saja, sekarang bisa sambil menyapa teman-teman dari berbagai daerah bahkan dari Malaysia, singapura dan turki. Diawali dengan ice breaking menyanyikan lagu “mainkan jarimu” membuat suasana semakin meriah.


Pada kuliah perdana ini bu dosen kita tercinta, bunda Septi peni wulandani menyampaikan materinya mengenai kominikasi produktif. Berikut saya share materinya:

Success = abnormality

Orang yang sukses adalah orang yang abnormal atau berani berbeda, Melakukan lebih dibandingkan orang pada umumnya. Agar kelak ketika kita meninggal lulus mendapat gelar ALM dengan predikat yang bagus.

Tetapi kita harus selalu waspada terhadap orang-orang disekitar kita yang siap mengganggu dan menghambat ketika kita berubah menjadi lebih baik. Pengganggu tersebut  diantaranya:

·         Mr. ah bad yaitu orang yang selalu berpandangan negatif.
·         Mr. cold water yaitu otang yang ketika diajak bicara selalu cuek atau dingin.
·         Mr. lose lose yaitu orang selalu berpikiran kalau kita kalah dengan yang lain.

Ketika kita menghadapi orang dengan tipe demikian, maka selalu mengingat untuk mengucapkan“ cancel cancel go away” yaitu jangan perdulikan untuk melindungi diri kita (protect your self).

Remember:
“ for think to change, I must change first”  untuk berfikir berubah, maka rubahlah dulu diri kita.

Misalkan mengenai komunikasi produktif, untuk merubah komunikasi dengan orang lain maka harus merubah cara kita berbicara terlebih dahulu. Caranya dengan memilih kata-kata kita, karena:

·         Word represent the way you think : kata-kata mewakili diri kita
Ketika orang berbicara, dapat di baca bagaimana cara berpikirnya.
·         Word bring energy ( kata-kata membawa energy)
Misalkan ketika kita berbicara hal yang negatif maka akan membawa energi negatif, sebaliknya ketika berbicara hal yang positif maka akan membawa energi positif
·         Word = you (kata-kata adalah anda)
Apa yang kita bicarakan, itu menunjukan siapa kita.

Apabila godaan ketika ingin berubah adalah diri kita maka segera “switch” ( berubah) untuk berpikiran positif atau melakukan hal lain yang positif.

Selain merubah kata-kata, yang perlu diperhatikan adalah prinsip dalam Komunikasi produktif (the magic communication) yaitu:

·         Fokus pada solusi, bukan pada masalah
·         Ganti kata “ tidak bisa” dengan kata “bisa”.
·         Katakana apa yang anda inginkan, bukan apa yang tidak anda inginkan
·         Focus ke depan bukan masa lalu.
·         Focus ke depan bukan masa lalu.

The magic word, yang perlu diperhatikan dalam komunikasi produktif yaitu:
  •          Anak tidak memahami kata “jangan”
  •          Keep information short and simple ( KISS)
  •          Jelas dalam memberikan kritikan

  •          Kendalikan suara dan gunakan suara ramah
  •          Seringlah memberi kejutan menarik ke anak.

Kaidah 2 c untuk komunikasi, yaitu:
  •          Clear : gunakan bahasa yang dimengerti oleh komunikan serta KISS (Keep information short and simple)
  •          Clarify : bila ragu, bertanya. Don’t assume! ( jangan membuat asumsi sendiri)

Formula komunikasi, yaitu:
  •          High energy
  •          Intensity of eye contact
  •          Transfer of feelings 
Diakhir sesi bunda septi memberikan tugas yang juga syarat agar dapat mengikuti perkulihan berikutnya. Tugasnya adalah mencari sebanyak-banyaknya kalimat atau kata-kata negatif dirubah menjadi kalimat atau kata-kata positif. Bagi yang kuliah offline tugas tersebut dikirim melalui email ibu professional.

Demikian materi yang saya dapat dari kuliah perdana program bunda sayang, semoga saya bisa mengikuti perkulihan berikutnya dan membagikan ilmunya melalui blog ini. Semoga bermanfaat…

Share